Mengenal Kutu Anjing



Ilustrasi kutu anjingHewan kecil ini seringkali menimbulkan masalah pada anjing dan juga hunian tempatnya tinggal. Paling tidak hampir semua anjing yang ada memiliki kutu yang menempel pada kulit mereka. Secara umum hal tersebut masih bisa dibilang wajar jika hanya terdapat beberapa kutu saja, namun jika terdapat jumlah yang cukup atau sangat banyak berarti kutu tersebut sudah dikatakan menjadi sebuah wabah bagi anjing maupun lingkungan tempat anjing tersebut tinggal. Dan jika telah menjadi wabah maka hal tersebut dapat meluas dan sulit untuk diberantas (baca juga: 5 Langkah Mencabut Kutu Anjing secara Manual). Maka sebagai pemilik anjing ada baiknya bagi kita untuk lebih mengenal kutu anjing.
Kutu pada anjing atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Dog Ticks pada dasarnya merupakan hewan berjenis Arachnid seperti halnya kalajengking, laba-laba dan tungau. Mereka hidup di rerumputan dan semak-semak serta menempel pada induk semang seperti anjing dan mamalia pada umumnya untuk menghisap darah.
Secara garis besar terdapat 2 (dua ) grup klasifikasi kutu, yakni Hard Ticks (Ixodidae) dan Soft Ticks (Argasidae). Disebut Hard Ticks karena kutu tersebut memiliki lapisan kulit yang keras pada bagian punggung, sedangkan Soft Ticks tidak. Lapisan keras yang dimiliki oleh kutu berjenis Hard Ticks berfungsi sebagai pelindung dan memungkinkan bagi tubuhnya untuk tumbuh dan berkembang hingga 15 kali lipat tubuh aslinya jika telah terisi dengan darah yang dihisapnya dari induk semang. Kutu jenis ini adalah yang paling banyak ditemui pada anjing dan inilah yang akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel ini.
Hard Ticks

Hard Ticks

Soft Ticks

Soft Ticks

 

 

 

 

 

 

 

Siklus Hidup Hard Ticks

Siklus Hidup Hard Ticks

Kutu anjing berjenis Hard Ticks pada umumnya memiliki 4 (empat) fase dalam siklus kehidupan mereka, yakni :

1. Telur

2. Larva kecil (disebut dengan benih kutu atau seed ticks)

3. Nymph besar

4. Kutu Dewasa

 

 

 

Beberapa macam kutu anjing berjenis Hard Ticks yang seringkali dijumpai :
Kutu Anjing Amerika (Dermacentor)
Nama lain : American Dog Ticks, Kutu Kayu.

Dermacentor Male

Jantan

Dermacentor Female

Betina

Waktu yang dibutuhkan kutu jenis ini untuk menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya dapat mencapai hingga 1 – 2 tahun lamanya. Pada waktu siklus mereka sebagai larva dan nymp, kutu jenis ini biasanya hidup di permukaan kulit mamalia kecil seperti tikus dan burung. Lalu mereka akan meninggalkan induk semang mereka dan mengalami transformasi perubahan bentuk permukaan kulit belakang mereka menjadi keras (hard ticks). Saat mereka menjadi dewasa mereka akan mencari induk semang lain yang lebih besar, biasanya pada anjing dan rakun.

Penyakit yang dapat disebabkan oleh kutu berjenis ini adalah Babesiosis canis, yakni penyakit seperti parasit malaria yang menyerang pada anjing.

 

 

Lone Star Ticks (Amblyomma)

Amblyoma male

Jantan

Amblyoma female

Betina

Waktu yang dibutuhkan seekor kutu Lone Star sedari telur hingga dewasa adalah sekitar 10-14 minggu dan setiap betina dapat menghasilkan telur hingga 20.000 butir. Selain terdapat pada anjing dan kucing, kutu jenis ini juga hidup pada induk semang mamalia lain seperti hewan-hewan peternakan sapi, kambing dan kuda. Gigitan yang sangat kuat yang dimiliki olehnya dapat menyebabkan bekas iritasi yang nampak jelas dan dapat pula menyebabkan penyakit seperti Rocky Mountain Spotted Fever, yakni demam pada manusia dengan beberapa gejala seperti menggigil, demam, pusing, muncul bercak-bercak merah dan juga nyeri pada otot.

 

 

Black-Legged Tick (Ixodes)
Nama lain : Deer Tick atau Kutu Rusa

Ixodes male

Jantan

Ixodes female

Betina

Pada fase larva Deer Tick umumnya hidup di indung semang hewan pengerat seperti tikus putih, dan setelah dewasa mereka akan mencari induk semang mamalia lainnya yang lebih besar seperti anjing, kucing dan juga manusia serta rusa, karena itu kutu jenis ini dinamakan juga Kutu Rusa. Seperti pada umumnya fase kutu saat mereka belum mendapati induk semang, Kutu Rusa biasanya akan menunggu di areal rumput dan juga dahan-dahan kayu untuk menunggu induk semang yang melintasi lalu menghinggapinya untuk melanjutkan fase hidupnya. Waktu yang diperlukan bagi kutu jenis ini untuk menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya pada umumnya 2-3 tahun namun dapat juga mencapai hingga waktu 6 tahun.

Kutu Rusa membawa bakteri bernama Borrelia burgdorferi (B. burgdorferi) yang dapat menyebabkan penyakit Lyme (Lyme desease), yakni suatu infeksi dengan gejala seperti demam, gatal di sekitar gigitan serta bercak memerah, menggigil dan juga pusing kepala.

Lyme Desease Siklus Lyme Desease

 

 

Brown Dog Tick (Rhipicephalus sanguineus)
Nama lain : Kennel Tick atau Kutu Kennel

Rhipicephalus male

Jantan

Rhipicephalus female

Betina

Kutu jenis ini merupakan kutu yang paling sering dijumpai pada anjing dan sesuai namanya kutu sejenis ini telah seringkali menjadi wabah bagi para breeder anjing. Mekanisme tubuh yang agak berbeda pada kutu jenis lainnya adalah bahwa kutu jenis Brown Dog Tick ini memiliki ketahanan tubuh untuk bertahan hidup di areal indoor (di dalam rumah). Saat sedang tidak berada di induk semang mereka biasa menghinggapi dinding-dinding, pintu rumah, plafon dan juga di bawah karpet serta daerah-daerah yang sangat jarang tersentuh.

Meskipun usia dari kutu jenis ini relatif lebih muda daripada jenis kutu lainnya, yakni sekitar 14 bulan lamanya, namun pada saat bertelur sang betina dapat menurunkan 3000-7000 butir telur untuk kembali menjadi larva dan melanjutkan siklus hidupnya.

Kutu jenis ini tidak menghinggapi manusia untuk dijadikan induk semang. Mamalia lain yang biasa dihinggapinya adalah anjing, kucing, kuda, domba dan juga hewan pengerat.

Jika pada anjing terdapat jumlah kutu yang terlampau banyak dapat menyebabkan infeksi kulit, kerontokan bulu dan juga kelumpuhan otot (Tick Paralysis) hingga komplikasi pada kegagalan sistem pernafasan.

Selanjutnya, baca juga : 5 Langkah Mencabut Kutu Anjing secara Manual